EBOOK PANDUAN 
MENULIS BIOGRAFI

E-book setebal 112 halaman A4 ini memandu langkah demi langkah dalam menulis  biografi, cara menovelkan biografi, yang ditulis oleh penulis dan konsultan biografi yang sudah sangat berpengalaman, yang telah menulis 22 buku biografi klien dari berbagai  latar belakang kehdiupan: pengusaha, birokrat, guru besar, pensiunan, peneliti, agamawan, dll. Biografi menjadi strategis karena menjadi dokumentasi pribadi, keluarga, organisasi,  maupun perusahaan. Biografi “tidak harus dicetak menjadi buku”, tapi bisa disimpan dalam bentuk naskah berupa Print Out, Soft Copy, CD, maupun sebagai e-book.  Ebook ini juga sangat berguna bagi mereka yang ingin menjadi Penulis Biografi dengan bayaran puluhan hingga ratusan juta rupiah hanya untuk satu proyek. Jika masih menemukan kesulitan untuk menulis biografi, hubungi Setiawan G Sasongko di WA: 085713156450

 

DAFTAR ISI

1.      Riwayat Jadi Penulis Biografi -----------3

2.      Apa itu Biografi? ------------7

3.      Membuat Keranjang Warna-Warni ------------17

4.      Cara Mudah Menulis Biografi -------------28

5.      Biografi Berbasis Riwayat Hidup -------------39

6.      Mengolah Draf -------------------70

7.      Pendalaman Materi ----------------81

8.      Jika Mengalami Kebuntuan -------------94

9.      Menovelkan Biografi --------98

10.  Buku Kumpulan Pikiran -----------------101

11.  Testimoni, Foto, dan Finishing -----------111

 

 

1.  RIWAYAT JADI PENULIS BIOGRAFI

Kapan pertama kali saya berkesempatan membuat biografi seorang tokoh? Jawabnya tahun 2003. Begini ceritanya, suatu hari saya diminta teman untuk bergabung membuat buku “Profil Perempuan Muslim Indonesia”, hanya saja pada waktu itu saya tidak bisa terlibat karena saya dan keluarga harus pulang ke Klaten. Sebetulnya, saya kecewa karena tak bisa berkontribusi dalam membuat profil tersebut. Meskipun demikian saya yakin bahwa suatu saat Tuhan akan memberi jalan. (Tak tahunya, ternyata, kepulangan saya ke Klaten ini adalah pertemuan dan percakapan yang terakhir dengan ibu saya, karena beberapa bulan berikutnya ibu saya meninggal dunia.) Saya ingat, bapak saya bercerita tentang pertemuannya dengan dr Sismadi. Beliau adalah kakak kelas bapak saya ketika sekolah di SR (Sekolah Rakyat) di Ceper, Klaten—tepatnya di Dusun Mojosongo yang letaknya di belakang Pabrik Gula Ceper. Bapak saya sempat berbincang dengan beliau dan bapak saya diberi kartu nama beliau. Kata bapak saya, saat itu dr. Sismadi mengutarakan sedang mencari seorang penulis. Bapak saya berkata, “Anak saya berprofesi sebagai penulis, Pak.” Bapak saya pun memberi nomor telepon rumah saya kepadanya. Maka, pada suatu hari, pagi-pagi sekali, ketika saya sedang mandi ada telepon  dari beliau, intinya saya diminta bergabung dengan perusahaannya—terutama untuk  membuat otobiografi beliau. Hanya saja, lima hari sebelumnya saya sudah meneken kontrak dengan seorang pengusaha untuk mendirikan perusahaan penerbitan. Untuk itu saya minta maaf dan beliau sangat memaklumi posisi saya. Sejak saat itu, meskipun saya belum pernah ketemu secara fisik dengan dr. Sismadi, setiap ada buku saya yang terbit maka saya mengirim salah satu buku sampel kepada beliau.

Sampai suatu ketika saya ditelepon dr. Priyanto Sismadi/Dr. Totok—anak kedua dr. Sis—untuk datang ke Kantor Pusat Sismadi Group di Sunter, Jakarta Utara. Pada hari itulah  saya bertemu langsung dengan dr. Sismadi. Tapi, sebelum pertemuan itu, saya pernah menelepon beliau untuk membuat biografi—karena perusahaan saya sebagai konsultan perbukuan dan saya sebagai ujung tombaknya. dr. Totok berkata kepada saya, “Bapak pernah berkata ‘maunya saya, bangun tidur pun Setiawan sudah ada mendampingi saya’, jadi waktu Mas Setiawan total untuk Bapak.” Saat itu saya menawarkan solusi dengan alternatif, yakni ada orang ketiga yang menjadi penghubung saya dengan dr. Sismadi, beliau minta orang yang latar belakang filsafat, saya carikan teman saya,  namun  beliau tidak berkenan. 

Beberapa bulan kemudian, malam hari, saya bermimpi bertemu dr. Sismadi dan beliau meminta saya untuk membuat naskah.    “Kamu buat naskah, naskah, naskah…”, kata "naskah" itu diulang sampai tiga kali. Paginya,  saya menelepon dr. Totok. Saya tanya, “Mas, bagaimana biografi Pak Sis?” Saya   tanya seperti itu karena saya tahu setelah saya menyatakan tidak bisa intens bersama beliau kecuali dengan penghubung pihak ketiga, dr. Sismadi dan dr. Totok mencari penulis lain, dan ada beberapa nama yang masuk. Tapi Dr. Totok menjawab, “Mas Setiawan ditunggu Bapak!”

Berhubung perusahaan saya saat itu malah asyik-masyuk membuat partai politik—yang akhirnya partainya tidak bisa ikut pemilu—maka saya memutuskan mengundurkan diri karena sudah tak sreg, tak cocok sebagai orang partai. Maka, bulan Juni 2003, saya resmi bergabung dengan Sismadi Group dengan tugas membuat biografi dr. Sismadi, menyiapkan bisnis penerbitan, dan membuat majalah intern perusahaan.  Tapi pada suatu waktu saya utarakan kepada beliau, “Pak, terus terang saya belum pernah membuat biografi atau otobiografi”    Dr. Sismadi berkata,  “Kamu bisa melakukannya, percayalah!”

Lalu, saya mengajukan permintaan kepada beliau, bahwa dalam pembuatan biografi ini saya tidak ingin dicampuri pihak lain. Bukan apa-apa, saya hanya ingin orisinilitas gaya menulis saya, kalau ada penulis lain yang masuk dan dilibatkan, wah, bagi saya itu sudah tidak nyeni lagi. dr. Sismadi setuju, “Tapi saya hanya ada waktu Rabu dan Sabtu.” Toh, pada kenyataannya Rabu dan Sabtu pun beliau tetap sibuk—bagaimana tidak, Sismadi Group adalah perusahaan besar yang bergerak di bidang kesehatan dengan beberapa rumah sakit besar.

Sampai suatu hari saya dijemput dan diantar oleh salah satu karyawan Sismadi Group ke rumah sakit milik beliau, RS Harum. Ternyata beliau sakit dan dirawat. Sejak itu, dengan berbekal recorder dan buku catatan, saya menemani beliau. Beliau bercerita apa saja dan saya rekam dan catat. Sesampai di rumah, hasil ngobrol itu saya pindah ke komputer untuk jadi sebuah draf.

Saya tidak pernah mengatakan kepada dr. Sismadi, “Pak sekarang kita membuat kata pengantar. Pak sekarang kita membuat daftar isi”? Tidak, sama sekali tidak. Kami ngobrol bebas, ngomongin apa saja, ngalor-ngidul, temanya nggak disiapin dulu, pokoknya kita ngobrol saja. Tentu saja semua saya rekam dan catat, pulangnya saya masukkan  ke draf lagi. Begitu terus. Pak Sismadi melakukan kegiatan apa saja saya amati, saya catat. Tentu saja saya tahu diri, mana-mana batasan yang saya tidak boleh terlibat. Tetapi perkataan beliau, ucapan beliau kepada siapa saja saya catat. Semangat saya saat itu adalah “kumpulkan materi sebanyak-banyaknya”, itu yang penting, yang lain hanya urusan teknis.  Karena saya berpikir, saya tidak mungkin meminta kepada dr. Sismadi untuk mengulangi apa-apa yang sudah diutarakannya, dan ini tentu berkaitan dengan profesionalisme.

Harap diketahui, saya bertemu dr. Sismadi selama enam bulan, sementara saya bisa intensif  bertemu pada akhir bulan Agustus 2003—sejak beliau sakit. Saya menemani hari-hari beliau di rumah sakit dan di rumah Rawamangun, Jakarta, sehingga dr. Sismadi tidak pernah tahu tentang isi biografinya, karena semakin hari sakitnya kian parah. Oleh dokter yang merawat, dr. Sismadi diberitahu batas usia beliau, sehingga beliau menghitung hari. Saya tetap bersama beliau, sampai saatnya beliau benar-benar tidak sanggup lagi untuk bercakap-cakap dengan saya. Tetapi, semua kisah yang berkaitan dengan kehidupannya sudah disuntak habis-habisan pada saya. Sebetulnya saya sudah membawakan draf biografi beliau, tapi, karena alasan kesehatan, tidak bisa melihat karena efek kemoterapi yang dijalani.  Dan, dr. Sismadi wafat pada tanggal 28  Januari 2004.  Akhirnya, Ibu Sismadi dan putera-puterinya, terlebih dr. Totok,  yang mengoreksi naskah biografi tersebut sebelum dicetak pada awal tahun 2004. Saya puas ketika para pembaca biografi berjudul “Memimpin Dengan Hati” menyatakan bahwa membaca biografi tersebut seolah-olah mereka berbicara langsung dengan dr. Sismadi. 

Tahun 2007, setelah peringatan 1.000 hari dr. Sismadi, pada musibah pesawat Garuda di Yogyakarta, Ibu Sismadi  adalah salah korban yang meninggal dunia. Saya pun ditugaskan untuk membuat biografi Ibu Sismadi.   

Tahun 2005 saya pasang iklan di Kompas, menawarkan siapa yang berminat privat menulis buku kepada saya, ada seorang ibu yang menghubungi saya untuk bertemu. Namanya Ibu Hetty Harun Caiber, tinggal tak jauh dari lapangan terbang Pondok Cabe, Ciputat. Ketika sudah bertemu langsung, beliau malah mengutarakan ingin membuat otobiografi. Setelah jadi draf, maka draf itu disimpan beliau sebagai dokumen pribadi.

Setelah itu, saya dihubungi anak muda—karena usianya di bawah saya—Heru Cokro yang mantan aktivis mahasiswa, yang menjadi jenderal lapangan ketika pendudukan Gedung DPR/MPR yang menggulingkan Presiden Soeharto. Dia bermaksud membuat memoir tentang hiruk-pikuknya masa-masa awal reformasi itu. Jadi draf yang lalu disimpannya.

Kemudian, dr. Totok bermaksud membukukan kisah hidup seorang peneliti malaria, yakni Pak Purnomo yang menjadi seniornya di NAMRU-2 Jakarta—lembaga penelitian yang di bawah Angkatan Laut AS. Saya pun melakukan wawancara kepada Pak Pur, sampai akhirnya Pak Pur menyerah, “Cerita saya sudah habis.” Bila begitu, saya akan tetap korek-korek ceritanya dengan pancingan-pancingan untuk mengangkat kenangannya. Tapi, kalau sudah betul-betul sudah cuthel/habis ya mau apalagi, maka tinggal membuat draf dan dikoreksi. Akhirnya, draf disimpan sebagai dokumentasi pribadi.

Lalu, pada awal tahun 2007 ada yang mengontak saya, “Apa kita bisa bertemu di lapangan golf Rawamangun?” Kebetulan, rumah saya hanya di seberang lapangan golf yang dimaksud. Ternyata beliau adalah Pak BAS Tobing, pensiunan jaksa yang hendak membuat otobiografi untuk hadiah ultah yang ke-75 tahun. Maka kami selalu bertemu untuk wawancara di lapangan golf  Rawamangun, karena Pak BAS Tobing sengaja merahasiakan “proyeknya” agar keluarganya tidak tahu, beliau ingin membuat kejutan.   Karena Pak BAS Tobing berbicaranya tidak cepat, pelan-pelan, maka saya hanya memakai buku catatan, recorder saya nganggur. (Harap tahu saja, kalau dengan catatan sudah saya anggap cukup maka kaset rekaman tidak saya buka).

Setelah otobiografi Pak BAS di-lounching di hotel Bidakara, Jakarta, pada tanggal 1 Agustus 2007,  saya bertemu Pak Bobby H. Noya yang komisaris Bir Bintang. Kali ini sesuatu yang baru bagi saya, bukan biografi atau otobiograf tetapi tentang pemikiran-pemikirannya. Saya ditantang oleh Pak Bobby, “Mau nggak kamu, bisa nggak kamu?” Saya jawab dengan pede, “Mau dan bisa!” Tapi saya cerdik juga, saya usulkan kepadanya, “Pak Bobby…, tidak mungkin pemikiran bapak tiba-tiba ada begitu saja. Pasti ada proses yang mendahuluinya, sehingga bapak harus menceritakan kisah hidup bapak kepada saya….” Pak Bobby  mengiyakan. 

Saat sedang mengerjakan buku pemikiran Pak Bobby H. Noya, saya dihubungi Ibu Yunita yang berniat membuat otobiografi sebagai souvenir ultahnya yang ke-50 dan peringatan kawin peraknya. Buku pemikiran Pak Bobby hanya untuk dokumentasi keluarga, hanya untuk ketiga anaknya. Otobiografi Ibu Yunita yang berjudul “Aku, Langkahku dan Mimpiku” di-launcing di hotel Four Season, Jakarta, pada bulan Juni 2008. Pada saat itu, teman saya mendapat proyek profil Kabupten OKU Selatan dan biografi sang bupati, H. Muhtadin Sera’i.

Tidak itu saja, pada awal tahun 2008 saya juga dikontak Dr. R.H. Soetomo, seorang dokter ahli penyakit yang berhubungan dengan anal/anus, baik ambien, wasir, dan lainnya, yang tinggal di Kelapa Gading Jakarta. Dr. Soetomo bermaksud membukukan kisah perjuangannya dalam mencari keadilan. Di mana beliau bertarung di pengadilan selama 12 tahun, gara-garanya beliau ditipu pengembang apartemen. Sebetulnya, saya hampir menyerah dengan buku kasus hukum ini, selain sesuatu yang baru bagi saya dan data-data hukumnya mencapai lebih dari 5 kopor besar!  Tapi saya berpikir, inilah ujian bagi saya, apakah saya akan lulus atau tidak. Alhamdulillah, Dr. Soetomo sangat puas dengan hasil kerja saya.  Buku kasus hukum ini di-launching awal tahun 2009.  Sampai tahun 2021, sudah 22 biografi  yang saya garap.                 

 


 

Setiawan G Sasongko

Penulis, Editor, Kartunis, Komikus, Ilustrator, dan Konsultan Penulisan Biografi. Alumnus Fakultas Filsafat UGM kelahiran Klaten, 13 November 1968 yang telah matang berkecimpung di dunia penerbitan majalah, tabloid, dan buku. Penulis dan pengarang buku dengan bermacam tema, mulai dari buku anak-anak, umum, budaya, agama, biografi, dan buku bilingual Inggris-Indonesia. Buku tidak hanya diterbitkan di Indonesia tetapi juga diterbitkan di manca negara. Ebook berjudul: “Piyek-Piyek Anak Ayam Yang Imut” menjadi salah satu pemenang Lomba E-book Tingkat Nasional yang diadakan Kemendikbud (PAUD), 2016

Pengalaman Kerja:

1. Editor buku anak-anak di Rajawali Grafiti, Jakarta (1996/1997)

2. Redaktur majalah Pesona, Jakarta (1996/1997)

3. Pemasok ide-ide kreatif Bobo Kecil/BOCIL (freelance 1996/1997)

4. Kartunis di tabloid Mega Pos (1998)

5. Dosen Kartun di Akademi Seni Rupa dan Desain ISWI, Jakarta (1998/1999)

6. Pemimpin redaksi tabloid Gema Takbir (1999/2000)

7. Product Manager Penerbit Trimurti Swastadiraya, Jakarta (2000/2002)

8. Redaktur majalah intern Sismadi Group (2002/2003)

9. Product Manager Penerbit Sisma DigiMedia (2002/2007)

10. Konsultan Penulisan Biografi/Otobiografi (2004—sekarang)

11. Guru Lukis Tamu di SDIT Nurul Akbar (2017—sekarang)

 

Biografi  Yang Sudah Ditulis:

  1. Dr Sismadi, Sp.B dan Ny. Zaenah Sismadi—founding father Sismadi Group sebuah holding company yang bergerak di bidang kesehatan: RS Sukmul (Jakarta), RS Harum (Jakarta), RS Karang Gede (Jawa Tengah), RS Delima Asih (Kerawang), RS Dr. Sismadi (Bogor), Klinik Sunter, Klinik Warakas, Klinik Semper, dan beberapa apotik—biografi dengan judul “Memimpin dengan Hati,  Biografi dan Profil RS Sismadi Group”, Sisma DigiMedia, Jakarta/2004
  2. Purnomo—peneliti—otobiografi dengan judul “Purnomo Projodipuro Maestro Parasitologi” (dokumen pribadi), Jakarta/2004
  3. Hetty Harun Caiber—pengusaha—otobiografi dengan judul “Putri Pahlawan Kemerdekaan” (dokumen pribadi), 2005
  4. BAS Tobing—pensiunan jaksa—otobiografi—dengan judul “Jalan Panjang & Berliku dalam Dekap KasihNya”, Jakarta/2007
  5. Heru Cokro—konsultan yang mantan aktivis mahasiswa—memoar dengan judul “Pendudukan Gedung MPR/DPR 1998” (dokumen pribadi), 2007
  6. Yunita—pengusaha property—otobiografi dengan judul “Aku, Langkahku, dan   Mimpiku”, Jakarta/2008
  7. Bobby H. Noya—komisaris Bir Bintang—pemikiran-pemikiran dengan judul “Jejak Rekam Pikiranku” (dokumen pribadi), Jakarta/2008
  8. Profil daerah dan biografi Bupati OKU Selatan, Sumatera Selatan dengan judul “Sejarah Lahirnya Kabupaten OKU Selatan & H. Muhtadin Sera’i Bupati yang Terpilih Secara Langsung”, Sumatera Selatan/2008
  9. Dr. H. Soetomo—dokter—sebuah kisah kasus hukum dengan judul “Ruwetnya Mencari keadilan Hukum di Indonesia”, NiceWorld, Jakarta/2009
  10. Marsudi Haryoputro—komisaris Rumah Sakit Sari Asih Group, “Otobiografi dan Profil RS Sari Asih Group”,  Tangerang-Banten,/2010
  11. Suwito Marsam—pensiunan Bea Cukai dan pengusaha, “Yen Ana Kretek Ora Susah Nyabrang Kali”, /Jakarta, 2010
  12. dr. Soetiman Soetikno, Sp.Ak—dokter spesialis anak, Otobiografi, Klaten/2011
  13. Pater Verbeek (Romo Beek)—Pastor Ordo Karmel, “Otobiografi”,  Batu Malang/2011
  14. Billy Arman, Pengusaha/Banjarmasin, “Otobiografi” Jakarta/2012
  15. Hamid Moerni, Veteran dan Pengusaha—“Otobiografi dan Sejarah Lahirnya Provinsi Bengkulu, Bengkulu, 2013
  16. Andy S Wongso—Pengusaha, Otobiografi, Jakarta, 2015
  17. Bantolo MA—Pengusaha, “Otobiografi”, Klaten,/2017
  18. Profesor DR Paiman Raharjo, MS1—Tukang Sapu Jadi Profesor—Jakarta, 2019
  19. Yayasan Hidayah.  “Sejarah TKIT Mutiara Hati”, Klaten/2019
  20. Anton Sujarwo, Dari Titik Nol Menembus Batas, Palembang 2020 (Editor)
  21. Hariyanta, M.Sc, Seorang Ibu Buta Aksara Mengantar Sukses 6 Putra-Putrinya, Pengusaha, Mantan Direksi PT Sang Hyang Seri (Pesero), Jakarta/2021
  22. Profesor Dr dr Hardiyanto Soebono, Otobiografi, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta/2021

Karya Buku:

A. Buku Umum:

1. Aneka Kreasi Balon Panduan Wiraswasta, PT. Puspa Swara, 2000

2. Jadi Jutawan sebagai Penulis-Pengarang-Penerbit, panduan otodidak dan bisnis, TMS, dicetak ulang Sisma DigiMedia, 2005—berkali-kali diterbitkan ulang

3. INOL/cerita remaja, TMS, 2001

4. Panen Duit dari Kartun, Komik, Ilustrasi, TMS, 2001—berkali-kali terbit ulang

5. Rupiahkan Imajinasimu: Trik Instan Bikin Cerita Remaja: Novel-Cerpen-Skenario, Sisma DigiMedia, 2006

6. Painting Meditation: membuang penyakit dengan melukis & menggambar, Sisma Digimedia, 2007

7. Kartun sebagai Media Dakwah, Sisma DigiMedia, 2005

 

B. Buku Anak-Anak:

1. 355 Cerita Anak Muslim Indonesia Berdasar Kalender Hijri’ah, Zihkrul Hakim/Yudhistira, 2005

2. Ketika Musim Laron Tiba/fiksi ilmiah, Lazuardi Putra Pertiwi, 1997

3. Wayang-wayang Kardus/fiksi ilmiah, Hikmah Mizan, 2005

4. Kepak Sayap Merpati/fiksi ilmiah, Hikmah Mizan, 2005

5. Memburu Katak Pohon/fiksi ilmiah, Hikmah Mizan, 2005

6. Jejak-jejak UFO/fiksi ilmiah, Hikmah Mizan, 2005

7. Semut-semut Kecil/fiksi ilmiah, Hikmah Mizan, 2005

8. Teror Perkutut Putih/novel anak fiksi ilmiah, Hikmah Mizan, 2005

9. Pintar Islam Bergambar, Edsa Mahkota, 2005

10. Kamu Juga Bisa Jadi Penulis Cilik: panduan menulis puisi, cerpen, novel, artikel, dan humor untuk anak, Hikmah Mizan, 2006

11. Ensiklopedi: Mengapa Ada Senjata dan Perang, Zikrul Hakim, 2008

12. Penunggang Angsa: Syair Nabi-Nabi, Zikrul Hakim, 2007

 

C. Serial Along and Skateboard:

1. Teror di Kapal Cheng Ho, Zikrul Hakim, 2007

  1. Kamikaze Terakhir, Zikrul Hakim, 2008
  2. Kereta Api Setan,(proses cetak)
  3. Hantu Goa Selarong, (proses cetak)

 

D. Serial Plant Around Us:

 

1. Cassava (Singkong), Zikrul Kid, 2008

2. Coconut (Kelapa), Zikrul Kid, 2008

3. Peanut (Kacang), Zikrul Kid, 2008

4. Tomato (Tomat), Zikrul Kid, 2008

5. Sugar Cane (Tebu), Zikrul Kid, 2008

6. Corn (Jagung), Zikrul Kid, 2008

7. Paddy (Padi), Zikrul Kid, 2008

8. Water Melon (Semangka), Zikrul Kid, 2008

9. Cucumber (Mentimun), Zikrul Kid, 2008

10. Sweet Potato (Ubi), Zikrul Kid, 2008

 

E. Serial Our Body:

1. Blood (Darah), Zikrul Hakim, 2010

2. Heart (Jantung), Zikrul Hakim, 2010

3. Bone (Tulang), Zikrul Hakim, 2010

4. Brain (Otak), Zikrul Hakim, 2010

5. Liver (Hati), Zikrul Hakim, 2010

6. Bounce (Lambung), Zikrul Hakim, 2010

7. Bile (Empedu), Zikrul Hakim, 2010

8. Kidney (Ginjal), Zikrul Hakim, 2010

9. Intestine (Usus), Zikrul Hakim, 2010

10. Lungs (Paru-paru), Zikrul Hakim, 2010

11. Pancreas (Pankreas), Zikrul Hakim, 2010

 

F. Buku Diterbitkan di Indonesia dan Malaysia:

A. Serial CIPO wartawan cilik:

1. Nenek Misterius, Zikrul Kid dan Synergi Media

2. Matador Aspal, Zikrul Kid dan Synergi Media

3. Hilangnya Anak-Anak Jalanan, Zikrul Kid dan Synergi Media

4. Trik Sang Residivis, Zikrul Kid dan Synergi Media

5. Membongkar Penadah Berlian, Zikrul Kid dan Synergi Media

6. Telepon Hantu, Zikrul Kid

7. Rahasia Bayi Bertato, Zikrul Kid

 

B. Serial Animal Around Us:

 

1. Snail (Siput), Zikrul Kid dan Synergi Media

2. Sparrow (Pipit), Zikrul Kid dan Synergi Media

3. Butterfly (Kupu-kupu), Zikrul Kid dan Synergi Media

4. Wasp (Tawon), Zikrul Kid dan Synergi Media

5. Frog (Kodok), Zikrul Kid dan Synergi Media

6. Tortoise (Kura-kura), Zikrul Kid dan Synergi Media

7. Ant (Semut), Zikrul Kid dan Synergi Media

8. Cricket (Jangkrik), Zikrul Kid dan Synergi Media

9. Flying White Ant (Laron), Zikrul Kid dan Synergi Media

10. Duck (Bebek), Zikrul Kid dan Synergi Media

 

F. Seri Detektif Topi Merah

 

1. Mumi Nona Belanda, Zikrul Kid

2. Kapal Terbang Hantu, Zikrul Kid

3. Detektif Lawan Detektif, Zikrul Kid

4. Gara-gara Surat Pembaca, Zikrul Kid

5. Raibnya Ilmu Sihir Judeo, Zikrul Kid

6. Buku Harian Seorang Copet, Zikrul Kid

 

G. Seri Petualangan Qonita (10 Jilid), Zikrul Kid

H. Seri Buah-buahan (24 Jilid), Zikrul Kid

I. Seri Binatang Terkuat (24 Jilid), Zikrul Kid

J. Seri Aisa Gadis Cerdik (6 Jilid), Penerbit Pelangi

K. Seri Ramayana (6 jilid), Penerbit Pelangi

 

L. KOMIK SAINS

1. Fakta Tentang Udara, Bestari (2020)

2. Dunia Air, Bestari (2020)

3. Mengenal Api---proses cetak

 

 

Karya Di Media Massa:

 

1. Cerita Cekak (Mekar Sari, Jaka Lodang, Jayabaya)

2. Cerita Horor (Mekar Sari, Jaka Lodang)

3. Geguritan (Jaka Lodang)

4. Naskah humor (Majalah Humor)

5. Kartun (Bintang Indonesia, Minggu Pagi)

6. Rumah Rayap dan Jamur (Intisari, 1994)

7. Pencetus Tari Langendriyan Ternyata Orang Jerman (Intisari, 2001)

8. Kartun Sebagai Media Dakwah (Republika, 2001)

9. Painting Meditation (Nirmala, 2001)

10. Cerpen “Penjual Nyawa” (Kompas, 2006)

 

Pendiri Sanggar:

1. Sanggar Gonjang Ganjing (1993)

2. Sarung Cartoon Club (1993)

3. makingBOOKcommunity (2005)

4. Sanggar Prasasti (2010)

5. OMAH KOMIK (2019)

 

Bedah Buku di Radio:

1. RAS FM (2006)

2. Dakta FM (2006)

 

Lain-Lain:

1. Beberapa kali menjadi Mentor Workshop Penulisan Buku di Jakarta yang diadakan Ahmad

    Bahar and Co

2. Ketua Juri Lomba Karikatur “Anti-Narkoba” Grup Slank dan Departemen Sosial RI (2005)

3. Penasehat Lomba Penulisan & Pembacaan Puisi, Lomba Penulisan Reportase Tingkat

    SLTP – SLTA DKI Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya: “Sehari dengan Tulisan”(2006)

    Mentor Workshop Penulisan Buku di UGM, Yogyakarta, yang diadakan Ahmad Bahar and      

    Co 2012

4. Pembekalan Mahasiswa Baru Fakultas Filsafat UGM: Penulisan Buku dan Bisnisnya  

    (2013)

5. Diminta menjadi Keynote Speaker oleh Pusat Perbukuan Nasional di Jakarta dalam

    Seminar: “Penulisan dan Ilustrasi Buku Anak” (2013)/karena sakit lalu didelegasikan       

    kepada pihak lain

6. Keynote Speaker Diskusi Penulisan Buku di GOR Klaten dalam acara Klaten Biennale

    (2017)

7. Mentor Penulisan Buku dan Jurnalistik di SMP Negeri I Klaten, 2017

8. Pendiri Sudio OMAH KOMIK, Klaten, 2019

 

studio
OMAH KOMIK
 
 alamat
Perum Klaten Kencana, Blok H, No 1
Gemblegan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah
 

Kontak:
WA: 085713156450
 
email:
setiawan_g_sasongko@yahoo.com

web: 

Comments